Halaman
Entri Populer
-
Ingatkah saat Anda dulu jatuh cinta? Atau mungkin saat ini Anda tengah mengalaminya? Itulah yang sedang terjadi pada salah seorang saha...
-
Ketika ragaku rentang Menebar sayap tuk terbang Menyulam Keping-keping cerita kita Sesepi gurun pasir Setara dengan hatiku yang terbisu ini...
-
"Kekuranganku tak akan sempurna tanpa kelebihanmu.. dan kelebihanku tak akan sempurna tanpa kekuranganmu.. Itulah mengapa menjadi Ki...
-
Maksud hatee lon teumanyong Karna bungong jroh di mata Cuba jaweub lon teumanyong Peu keuh bungong ka na tanda Sabab galak dalam h...
-
Pada suatu hari diberitakan ada keluarga Muslim yang mengalami musibah kematian. Rasulullah merupakan orang pertama yang datang melayat...
Rabu, 19 Juni 2013
CIRI-CIRI SUAMI IDAMAN PARA ISTERI
- Ia pandai menumbuhkan suasana yang damai, tenteram serta penuh kasih sayang kepada keluarga.
- Ia mempunyai sifat ramah dan penuh pengertian dalam keluarga.
- Ia selalu membimbing isterinya agar selalu taat serta bertakwa kepada Allah dan RasulNya.
- Ia setia dan bertanggung jawab dalam segala urusan rumah tangga.
- Ia bertanggung jawab menafkahi isteri dengan cukup, baik nafkah lahir maupun nafkah batin.
- Ia menyempatkan diri dan tidak segan-segan mengajari ilmu agama kepada isterinya.
- Ia tulus menerima apa adanya keadaan isteri dengan segala kekurangan dan keterbatasannya. Baik itu keadaan fisik maupun sifat-sifat yang ada pada isterinya.
- Ia tidak mudah marah ketika ada perselisihan dalam rumah tangga.
- Ia selalu mencari solusi dan jalan keluar yang baik untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi dalam keluarganya.
- Ketika hendak bepergian ia selalu pamit serta memberitahukan tujuan kepada isterinya.
- Ia tak lelah untuk menasehati dengan sebaik-baiknya jika isterinya berbuat kesalahan. Serta membimbingnya ke jalan yang benar.
- Ia tidak membebani isterinya dengan persoalan yang masih bisa diselesaikannya sendiri.
- Ia selalu meluangkan waktu untuk bersantai dan bercengkrama bersama isteri dan anak-anaknya.
- Jika seorang suami mampu bersikap seperti diatas pada isterinya dalam sebuah keluarga, maka insyaAllah akan terbangun sebuah keluarga sakinah, mawaddah warahmah.
Pertemukanlah kami dengan suami yang demikian.
Aamiin.
Antara Agresif, Pasrah Dan Proaktif
Jodoh adalah rahasia Allah SWT, yang kadang tak terduga datangnya. Dalam masa
'penantian' yang tak kunjung datang, seorang akhwat dapat memilih untuk
bertindak yang sesuai dengan keinginannya. Ada tiga bentuk sikap yang bisa
dilakukan oleh para muslimah dalam masa penantian ini, yakni; agresif, pasrah
dan proaktif.
Karena terlalu cemas, ada sebagian yang memilih untuk bersikap agresif. Melakukan pendekatan kepada siapapun yang dianggap potensial untuk menjadi pasangan hidup dengan berbagai cara. Kadang tanpa perduli norma dan aturan agama.
Karena terlalu cemas, ada sebagian yang memilih untuk bersikap agresif. Melakukan pendekatan kepada siapapun yang dianggap potensial untuk menjadi pasangan hidup dengan berbagai cara. Kadang tanpa perduli norma dan aturan agama.
Sikap ini ini bisa 'membahayakan' bagi seorang
perempuan. Karena ketergesa-gesaannya bisa berakibat tidak baik. Misalnya saja
dia tidak akan selektif dalam memilih siapa calon suaminya. Kriteria-kriteria
suami idaman pun kabur tertiup oleh desakan-desakan keluarganya. Akibat yang
paling buruk dari sikap ini adalah timbul penyesalan dikemudian hari. Tumbuhnya
kekecewaan pada pasangan karena tidak terlalu mengenal karakternya yang berujung
pada perceraian. Naudzubillah min dzalik!
Sikap kedua adalah sikap pasrah, sikap ini biasanya memiliki alasan, "ya....daripada jadi perawan tua, lebih baik saya terima." Ada mungkin sebagian akhwat yang berfikir demikian, atau akan berfikir demikian. Biasanya ia tidak kuat menahan desakan orang tua atau keluarganya. Karena orang tua tidak ingin melihat anaknya menjadi perawan tua, maka ia mencarikan jodoh buat anaknya. Seandainya orang tua memahami betul kriteria-kriteria seorang suami yang shalih, maka hal ini tentunya baik bagi si gadis, akan tetapi akan menjadi permasalahan yang serius ketika orang tuanya asal mencarikan laki-laki yang menjadi calon pasangan anaknya.
Kebanyakan orang tua sekarang pertimbangannya sangat pragmatis. Dia mencari jodoh buat anaknya dengan hanya menggunakan pertimbangan materi. Sehingga laki-laki yang dianggap berkecukupan, memiliki pekerjaan tetap maka dia layak jadi menantunya. Pertimbangan agama sama sekali dikesampingkan.
Dalam hal inilah sang akhwat dalam posisi dilematis. Untuk menolak jelas tidak mungkin, karena dia tidak punya alternative. Untuk menerima terasa berat, karena laki-laki yang dibawa orang tuanya sangat jauh dari criteria suami idamannya. Akhirnya dengan berat hati ia menerima laki-laki itu sebagai suaminya.
Pilihan yang paling cocok saat 'penantian' bagi akhwat adalah sikap proaktif. Bersikap proaktif bukan berarti pasrah tanpa usaha sama sekali, namun bukan pula bertindak tanpa perhitungan dan pertimbangan. Sikap proaktif itu berarti berdoa sekaligus melakukan upaya yang dibenarkan agama untuk merealisasikan doa tersebut.
Ada sebagian akhwat yang berpendapat, "kalau memang jodoh merupakan bagian dari takdir Allah, mengapa kita harus mengejarnya? Bila sudah takdir pasti akan datang sendiri?" saya kira inilah kekeliruan logika sebagian manusia. Allah telah menetapkan takdir bagi kita para hambaNya. Yang mengetahui takdir hanya Allah semata, kita tidak tahu bagaimana nasib kita besok. Ketika kita tidak tahu takdir yang akan kita terima, sedang kita diperintah untuk melakukan kebaikan maka kita sebagai mukmin harus memilih jenis perbuatan yang baik.
Kita sebagai manusia dianugerahi akal dan pikiran. Disamping itu kita juga diberi hak ikhtiar (berusaha). Kita juga diberi pedoman berupa Al-Qur'an dan As-Sunnah, sehingga bisa membedakan kebaikan dan keburukan. Dengan begitu kita justru dituntut untuk berusaha dan beramal. Wallahua'lam bishshawab.
Semoga bermanfaat. Wassalam.
Sikap kedua adalah sikap pasrah, sikap ini biasanya memiliki alasan, "ya....daripada jadi perawan tua, lebih baik saya terima." Ada mungkin sebagian akhwat yang berfikir demikian, atau akan berfikir demikian. Biasanya ia tidak kuat menahan desakan orang tua atau keluarganya. Karena orang tua tidak ingin melihat anaknya menjadi perawan tua, maka ia mencarikan jodoh buat anaknya. Seandainya orang tua memahami betul kriteria-kriteria seorang suami yang shalih, maka hal ini tentunya baik bagi si gadis, akan tetapi akan menjadi permasalahan yang serius ketika orang tuanya asal mencarikan laki-laki yang menjadi calon pasangan anaknya.
Kebanyakan orang tua sekarang pertimbangannya sangat pragmatis. Dia mencari jodoh buat anaknya dengan hanya menggunakan pertimbangan materi. Sehingga laki-laki yang dianggap berkecukupan, memiliki pekerjaan tetap maka dia layak jadi menantunya. Pertimbangan agama sama sekali dikesampingkan.
Dalam hal inilah sang akhwat dalam posisi dilematis. Untuk menolak jelas tidak mungkin, karena dia tidak punya alternative. Untuk menerima terasa berat, karena laki-laki yang dibawa orang tuanya sangat jauh dari criteria suami idamannya. Akhirnya dengan berat hati ia menerima laki-laki itu sebagai suaminya.
Pilihan yang paling cocok saat 'penantian' bagi akhwat adalah sikap proaktif. Bersikap proaktif bukan berarti pasrah tanpa usaha sama sekali, namun bukan pula bertindak tanpa perhitungan dan pertimbangan. Sikap proaktif itu berarti berdoa sekaligus melakukan upaya yang dibenarkan agama untuk merealisasikan doa tersebut.
Ada sebagian akhwat yang berpendapat, "kalau memang jodoh merupakan bagian dari takdir Allah, mengapa kita harus mengejarnya? Bila sudah takdir pasti akan datang sendiri?" saya kira inilah kekeliruan logika sebagian manusia. Allah telah menetapkan takdir bagi kita para hambaNya. Yang mengetahui takdir hanya Allah semata, kita tidak tahu bagaimana nasib kita besok. Ketika kita tidak tahu takdir yang akan kita terima, sedang kita diperintah untuk melakukan kebaikan maka kita sebagai mukmin harus memilih jenis perbuatan yang baik.
Kita sebagai manusia dianugerahi akal dan pikiran. Disamping itu kita juga diberi hak ikhtiar (berusaha). Kita juga diberi pedoman berupa Al-Qur'an dan As-Sunnah, sehingga bisa membedakan kebaikan dan keburukan. Dengan begitu kita justru dituntut untuk berusaha dan beramal. Wallahua'lam bishshawab.
Semoga bermanfaat. Wassalam.
Agar Muslimah Tetap Cantik
Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari
yaitu dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes
dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan
berdo'a.
Untuk menghilangkan stress, salah satu penyebab kerut di wajah, perbanyaklah 'olah raga' (Berat memang. hihi). Jika tidak ada waktu untuk pergi ke studio fitness, spot-gym, dan lain-lain. Cukup dengan memperbanyak shalat. Dengan shalat berarti kita menggerakan seluruh tubuh. Konsultasikan semua keluh kesah kita pada Zat Yang Maha Tahu, Allah SWT dengan dzikir dan do'a.
Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyum. Tidak hanya di bibir tapi di hati juga. Katakan pada diri sendiri anda adalah cantik dan tidak memerlukan segala macam operasi plastik. Tidak lupa membisikan 'kata kunci' "Allahuma kamma hassanta khalgii fahassin khulqii" (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula akhlaq ku). (HR Ahmad).
Untuk mendapatkan bibir cantik, bisikan kalimat-kalimat Allah, tidak berkata bohong, atau menyakiti hati orang lain, tidak dipakai menyombongkan diri atau takabur.
Agar tubuh langsing, singset dan mulus, lakukan diet yang teratur (masih jauh. hehe) yaitu dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi berpuasa seperti nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, air putih.
Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.
Semoga bermanfaat, Wassalam.
Untuk menghilangkan stress, salah satu penyebab kerut di wajah, perbanyaklah 'olah raga' (Berat memang. hihi). Jika tidak ada waktu untuk pergi ke studio fitness, spot-gym, dan lain-lain. Cukup dengan memperbanyak shalat. Dengan shalat berarti kita menggerakan seluruh tubuh. Konsultasikan semua keluh kesah kita pada Zat Yang Maha Tahu, Allah SWT dengan dzikir dan do'a.
Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyum. Tidak hanya di bibir tapi di hati juga. Katakan pada diri sendiri anda adalah cantik dan tidak memerlukan segala macam operasi plastik. Tidak lupa membisikan 'kata kunci' "Allahuma kamma hassanta khalgii fahassin khulqii" (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula akhlaq ku). (HR Ahmad).
Untuk mendapatkan bibir cantik, bisikan kalimat-kalimat Allah, tidak berkata bohong, atau menyakiti hati orang lain, tidak dipakai menyombongkan diri atau takabur.
Agar tubuh langsing, singset dan mulus, lakukan diet yang teratur (masih jauh. hehe) yaitu dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi berpuasa seperti nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, air putih.
Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.
Semoga bermanfaat, Wassalam.
Ilustrasi Manajemen waktu
Suatu hari, seorang ahli 'Manajemen Waktu' berbicara di depan sekelompok
mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan
oleh para siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata: "Baiklah, sekarang waktunya kuis " Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati- hati batu-batu itu kedalam toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:" Apakah toples ini sudah penuh?"
Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!"
Kemudian dia berkata, "Benarkah?"
Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: "Apakah toples ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab.
"Bagus!" jawabnya.
Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang- ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.
Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kpd para siswanya dan bertanya: "Apakah maksud dari ilustrasi ini?"
Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!"
"Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.
"Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu.
Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.
Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata: "Baiklah, sekarang waktunya kuis " Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati- hati batu-batu itu kedalam toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:" Apakah toples ini sudah penuh?"
Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!"
Kemudian dia berkata, "Benarkah?"
Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: "Apakah toples ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab.
"Bagus!" jawabnya.
Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang- ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.
Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kpd para siswanya dan bertanya: "Apakah maksud dari ilustrasi ini?"
Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!"
"Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.
"Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu.
Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.
Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".
Tips Menghadapi Jerawat
Wajah
berjerawat merupakan kasus yang wajar pada setiap orang terutama remaja dan
anak-anak usia puber, jerawat bisa di timbulkan karena perubahan hormonal pada
seseorang ataupun karena orang tersebut malas merawat muka dan membersihkan
muka terutama pada orang yang bekerja di lapangan, sering keluar rumah, kena
debu dan sengatan matahari. Kalaupun tidak berjerawat wajah menjadi kusam,
kotor dan hitam. Kadang kita merasa sangat terganggu dengan adanya jerawat,
bekas jerawat, flex hitam ataupun wajah kusam. Berikut ini ada beberapa tips
singkat untuk mengatasi jerawat dan mencegah terjadinya wajah kusam flex yang
di karenakan oleh jerawat yang membandel.
- Rajinlah mencuci muka dengan baik. Setiap kali berpergian, dan ketika hendak tidur. Cucilah muka dengan air bersih (lebih bagus dengan air hangat), dan basuhlah seluruh bagian muka hingga leher dan jidat setidaknya 3 kali seminggu, pijat wajah Anda dengan gerakan memutar.
- Usahakanlah sebisa mungkin wajah jangan terkena asap kendaraan, pakailah cadar atau penutup muka dan tutuplah muka Anda dengan kaca helm pada saat berkendara menggunakan sepeda motor.
- Makanan juga merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam hal timbulnya jerawat, misal banyak makan berlemak, yang pedas-pedas (ada merica atau cabai rawitnya) dapat memicu timbulnya jerawat. Makan lemak adalah perlu, cuma jangan terlalu banyak karena, lemak berfungsi sebagai pelumas persendian, pembentukan sel pada paru-paru dan otak, kekurangan lemak bisa membahayakan kedua organ tersebut. Batasi makan junk food, coklat, permen dan makanan berminyak, serta perbanyaklah makan sayuran.
- Seringlah berolah raga secara teratur (ini yang paling males. hihi) agar pori pori wajah terbuka (karena keluar keringat) dan dapat mengeluarkan kotoran di dalam kulit wajah sehingga jerawat tidak timbul.
- Shampoo juga dipercaya dapat menyebabkan timbulnya jerawat, shampoo yang mengandung protein, telur dan madu jika terkena muka dan membersihkannya kurang sempurna, bagi sebagian orang dapat memicu timbulnya jerawat.
- Hati-hati dalam memilih produk kecantikan dan perawatan muka, gunakan make-up, pelembab atau tabir matahari (Sunscreen atau Sunblock, tapi Sunscreen lebih bagus untuk muka) hanya yang tanpa minyak. Biasanya jika tertulis “nonacnegenic” atau “noncomedogenic” di label keterangan, produk tersebut lebih baik.
- Hidari stress dan pikiran yang berlebihan, karena stress dan banyak pikiran diyakini bisa menimbulkan jerawat, membuat muka kusam dll.
-
Jangan pernah memencet jerawat anda jika sedang tumbuh (apalagi masih merah-merah), ini bukan saja membuat jerawat
membekas tetapi juga bisa merusak permukaan kulit sehingga wajah Anda menjadi
bopeng. Namun segera bersihkan apabila jerawatnya sudah terlihat matang (gunakan alat khusus, jangan langsung menggunakan tangan atau kuku), Hal itu bisa memudahkan anda ketika membersihkannya dan juga tidak terasa terlalu sakit.
Semoga bermanfaat. Wassalam.
Kamis, 28 Juni 2012
DIBANGUNKAN BIDADARI
ABU SULAIMAN AD DARANI menceritakan bahwa ketika sujud secara tidak
segaja ia tertidur. Saat dia terlelap dalam sujud, mendadak seorang bidadari
menyepaknya.
Bidadari itu
berkata, “Sayangku, apakah kedua matamu tidur dan terpejam? Sementara Sang Raja
terbangun melihat mereka tahajud dalam tahajudnya? Betapa buruk mata yang
memilih kenikmatan tidur daripada munajat kepada Sang Maha Agung. Bangunlah!
Sebab waktunya hampir tiba. Sebagian kekasih bertemu dengan sebagian yang lain.
Kenapa engkau tidur kekasihku? Kekasihku dan sayangku, kenapa engkau tidur,
padahal aku mengawasimu di dalam pengasingan ini.
Karena
terkejut dengan hebatnya, Abu Sulaiman terbangun dan melompat. Badannya keluar
keringat karena malu disindir bidadari itu.
***
Kisah ini
menggambarkan bagaimana pola hidup para sufi yang menjadi kekasih Allah. Mereka
sangat menjaga ibadahnya, kekhusyukan shalat dan do’a, sehingga tertidur dalam
tidur. Bahkan, ketika Abu Sulaiman tertidur tanpa sengaja, ia terbangun oleh
adanya bidadari. Itulah kenikmatan hidup yang tidak dimiliki dan tak diperoleh
mereka yang hidupnya hanya dihabiskan untuk mngejar kenikmatan dunia, kemewahan
dan kemegahan, serta keuntungan fana.
Langganan:
Postingan (Atom)
