Halaman

Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Puisi Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Muslimah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2013

Karena Cinta Bukalah Dosa

Aku mencintaimu seperti diriku
Tanpa haru yang menderu
Tanpa hati yang mematri

Tanpa asa yang bersemi

Aku mencintaimu semampu diriku
Tanpa kehadiranmu
Tanpa pujian
Tanpa bersentuhan
Tanpa berpelukan

Aku mencintaimu sebanyak langkahku
Tanpa untaian kata cinta
Tanpa hasrat yang menggebu
Tanpa keberadaan yang berpadu

Hanya bayangan hatiku dan hatimu yang menyatu
Karena cinta bukanlah dosa
Tetapi cinta adalah kejujuran jiwa
Hingga sampai nanti indah pada waktunya


#Teruntuk Engkau yang disana.
Insan Yang Allah pilihkan untukku.
Yang kelak kan ersatu padu.

Dalam janji cinta, Mistaqan Ghaliza.

PENERANG HATI

MencintaMu tenangkan jiwa
MerinduMu hatiku selalu
Hanya diriMu satu cintaku

Takkan mampu ku jauh dariMu
Satu nafas ku harap Kau ada
Hanya padaMu, Tuhan ku rayu

Ku akan mencintaMu
Selalu merinduMu, seluruh jiwaku
Kau terangi aku

Engkau penjaga hatiku
Pendamping jiwaku
Cerahkan cintaku
Cinta yang abadi

Jangan pernah kau menjauh
Ku akan mencintaMu
Selalu merinduMu seluruh jiwaku
Kau terangi aku

Engkau penjaga hatiku
Pendamping jiwaku
Cerahkan cintaku
Cinta yang abadi

Selasa, 25 Juni 2013

Wanita, Akal Setipis Rambutnya

Kata orang, mendidik seorang lelaki adalah mendidik seorang bapak. 
Tetapi mendidik seorang wanita adalah mendidik suatu generasi. 
Wanita, akal setipis rambutnya.

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun merasa sunyi tanpa wanita.
Tanpa mereka. Hati, fikiran , perasaan lelaki akan resah.
Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya.

Apalagi yang tidak ada di surga,
Namun Nabi Adam AS tetap merindukan Siti Hawa.
Kepada wanitalah, lelaki memanggil ibu, istri atau putri.

Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok, 
Tuk diluruskan oleh lelaki.
Tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus,
Tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang lurus.
Luruskan wanita dengan cara petunjuk Allah,
Karena mereka diciptakan begitu rupa,
Didiklah mereka dengan panduan dariNya

Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar.
Jangan hiburkan mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita.
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah.
Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.

Akal setipis rambutnya, tebalkan dengan ilmu.
Hati serapuh kaca, kuatkan dengan iman.
Perasaan selembut sutera, hiasilah dengan akhlak.

Suburkanlah, karena dari situlah nanti.
Mereka akan nampak penilaian dan keadilan.
Akan terhibur dan bahagialah hati mereka. 
Walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden, ataupun 
Perdana menteri, ataupun women gladiator

Bisikkanlah, ke telinga mereka.
Bahwa kelembutan bukanlah suatu kelemahan.
Itu bukan diskriminasi Allah, Sebaliknya disitulah kasih sayang.

Karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandung lelaki-lelaki berwajah negarawan,
karyawan, jutawan,bangsawan dan “wan-wan“ yang lain. 
Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.

Wanita yang lupa hakikat kejadiannya pasti tidak akan terhibur dan tidak menghiburkan.
Tanpa iman, ilmu dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan,
Bahkan mereka pula membengkokkan.

Bila diteliti, ditelusuri sejarahnya.
Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh wanita.
Daripada wanita yang dirusakkan oleh lelaki.

Sebodoh-bodoh wanita bisa menundukkan sepandai-pandai lelaki.
Itulah akibatnya bila wanita tidak kenal Allah,
Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri apalah lagi mengenal lelaki

Kini bukan saja banyak bos telah kehilangan sekretaris, 
Bahkan anakpun kehilangan ibu.
Suami kehilangan istri dan bapak kehilangan puteri
Bila wanita durhaka, dunia akan huru-hara.

Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa.
Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan,
Tapi binalah kepemimpinan.

Pastikan sebelum memimpin wanita menuju jalan Allah,
Pimpinlah diri sendiri dahulu kepadaNya.
Jinakkan diri dengan Allah.

Niscaya akan jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.
Janganlah mengharap istri seperti Fatimah Az-Zahra,
Kalau pribadi belum lagi seperti Sayyidina Ali.
Begitu pula sebaliknya.

Senin, 16 April 2012

Surat Cintaku, Untukmu Yaa Rasulullah


Bismillaahirrahmaanirrahiim......
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang senantiasa mencurahkan berbagai nikmat dan karuniaNya kepada hamba-hambanya. Shalawat beriring salam semoga selalu tersanjung kepada engkau Yaa Nabiyallah Muhammad SAW, kepada keluarga,dan para sahabat, serta orang-orang yang tetap teguh dan istiqamah memegang teguh ajaranmu hingga akhir zaman.

Tiada kata seindah kata cinta yang ingin ku ucapkan kepadamu Ya Rasulullah.. Izinkanlah bagiku yang  kerdil dan hina ini tuk melukiskan serangkaian kata-kata atas segala perasaan cinta, dengan kerinduan kian membuncah di jiwa.. Sungguh ini bukanlah sekedar harapan, karena inilah impian baik dalam tidur maupun terjaga yang selalu kunantikan.. yaitu berjumpa, bertemu denganmu yaa Rasuuul..

Wahai Kekasih Allah..
Aku hanyalah umatmu yang penuh dengan  dosa kemaksiatan.. cintaku yang pasang surut, dan Yang sering terlalaikan dari apa yang tlah engkau ajarkan. Seringkali aku menangisi keadaan ku yang Tanpa adanya  Rahmatan ilahi, sesungguhnya aku adalah termasuk orang yang merugi. Maka masih pantaskah? Masih layakkah diri ini mendambamu wahai pribadi yang mulia?

Wahai Kekasih Allah..
Darimu aku belajar cinta, berkasih sayang, dan segala kebaikan lainnya..
Cintamu yang mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, membangkitkan semangat.. Akhlakmu begitu mulia, Engkau adalah suri teladan yang baik bagi umatmu.. Maha benar Allah dengan Firmannya dalam  QS.Al- Ahzab ayat 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.


Cintamu yaa Rasulullah.. engkau menghabiskan seluruh hidupmu untuk berpikir dan berbuat demi kepentingan umatmu. Bahkan di saat detik-detik akhir kehidupanmu saat sakaratul maut menjelang, engkau masih saja menyebut, “Ummati.. ummati.. ummati.. (umatku? umatku). Bukan menyebut nama anak-anakmu, bukan pula menyebut nama istri-istrimu, apalagi menyebut harta yang memang tidak engkau punya, tapi Engkau yaa Rasulullah.. menyebut umatmu. Betapa besar cintamu yaa Rasul.. Termasuk aku yang hidup ribuan tahun jarak antara kehidupan ku dari engkau pun sudah disebutkan dalam lisan sucimu. Betapa engkau mengkhawatirkan umatmu dengan penuh cinta.


Mengingatmu yaa Rasul, Betapa Malunya diri ini yaa rasul..  Aku yang masih belum sempurna mengamalkan ajaranmu dengan sepenuhnya.. padahal begitu banyak kesempatan yang Allah berikan namun terlewatkan begitu saja, dakwahku menyeru kepada kebaikan masih sebatas bagi diriku saja, maka jelaslah kekuranganku belum mampu membalas semua pengorbanan dan pengabdian cintamu.. Maafkanlah aku ya Habiballah, maafkanlah aku yang tlah mengecewakanmu.. namun tekad dalam diri ini untuk meningkatkan iman akan terus ku jaga.. aku tahu ini bukanlah suatu hal yang mudah, namun dengan segala kelemahanku, aku tetap akan berjuang dan berusaha dengan penuh keyakinan memperbaiki diri serta mengamalkan sunnahmu..


Yaa Rabbi..
Izinkanlah hambamu ini bertemu dengan kekasihMu..
Meluahkan Rasa rindu, meski sekejab. bertemu dengan jiwanya. Hingga bisa merasakan Indahnya cinta terjadi saat seorang kekasih secara samar menatap bayangan orang yang dikasihi. Bayangan indah itu laksana air yang menyirami, menyegarkan, menyuburkan pepohonan taman di jiwa..

Teringat akan sebuah syair yang dibawakan oleh Sulis,
Aku sering melantunkannya dalam kerinduannku padamu,

Cinta kami ya Rasul akankah sampai padamu
rindu kami ya Rasul tak sabar ingin bertemu
dalam hidup sekejap ini 
kujunjung tinggi namaMu

Dalam renungan kuteringat padamu
selalu bergema sholawat untukmu
tak terlupakan semua pengorbanan/pengabdian
di jalanmu yang menuju kebenaran
bila waktuku datang hasratku dijalanmu
jalan yang selalu terang 
jalan lurus yang kutuju

Ya Rasul hadir dalam hijrah hidupku
perjalanan yang berbatu dan berliku
meski gelombang uji coba menghadang
Aku kan berdiri kukuh dan berjuang
bila waktuku datang hasratku dijalanmu
jalan yang selalu terang jalan lurus yang kutuju

Yaa Ilahi, Pemilik Cinta Suci..
Jagalah, sucikanlah, dan penuhi sanubari ini dengan senantiasa bertawakal kepadaMu..
Meskipun lama, Hamba kan sabar menanti..Mungkin hingga tersampai pada masa yang tepat bagiku bertemu dengannya.. Yaa Allah.. Engkaulah pengabul segala pinta.. Karenanya biarlah ini menjadi salah satu wujud doaku.. Aku merayu padaMu, Engkaulah tumpuan harapanku..

        “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min (40): 60).


 Wassalamua’alaikum warahmatullahi wa barakatuh...

Barabung, 12 Maret 2012 (00.12. WIB).


|Juara III, Pada Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW FKIP Prodi Geografi
Hari Selasa, Tanggal 13 Maret 2012. Di Aula Auditorium FKIP UNSYIAH|

Kebuntuan Semalam


Dan malam pun semakin larut
Menguap untuk kesekian kalinya
huuaaam.. huuaaam
Sekuat tenaga menahannya,
Menutup mulut dengan tangan kiri..
Sisa energi yang Kuperoleh,
Dari sepotong roti pun sirna..
Mata ini tetap terjaga..
meski  tlah sayu menatap layar..
ia tak menyerah, dan tetap terjaga..

Buntu, entahlah..
Tak bisa kompromi,
Jelas buntu sudah..

Jejak langkah di pikiranku
Tak lagi menentu arahnya
Gemuruh suara angin di luar
Siiiiiish... siiiiish..

Bulu kuduk merinding,
Dan Aku rebah..

Bismillah.. 
Dengan nama-Mu ya Allah,
Aku hidup dan mati..


Barabung, 06 Maret 2012 (02.18. WIB).

Senin, 26 Desember 2011

Saya Bukanlah Akhwat yang Hasan !!


Saya bukanlah akhwat yang hasan…
Astagfirullohal ‘adzim, alladzii laa ilaaha illaa huwalhayyul qoyyuumu wa atuubu ‘ilaihi…

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain sibuk membaca dan mentadabburi Al – qur’an, hadits dan kitab – kitab
Saya sibuk mendengarkan lagu cinta yang tak membuat makin dekat dengan-Nya

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain sibuk menambah hafalan ayat-ayat cinta Allah
Saya malah asyik menghafal lagu-lagu yang melalaikan dari-Nya

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain makin memanjangkan kerudungnya dan jilbab yang lebih longgar
Saya hanya sedikit mengulurkan kerudung ke depan, dengan pernak – pernik perhiasan mahal
Saya malah merasa ribet karena mengganggu keluwesan gerak tubuh titipan-mu ini
Saya malah merasa risih dengan kerudung & jilbab yang terlalu panjang, takut dianggap radikal ekstrimis
Saya lupa…..Allah yang memerintahkan semua perlindungan ini…..

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain sibuk menuntut ilmu-Nya
Saya malah sibuk dengan urusan dunia yang membuat jarak dengan-Nya

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain malu untuk menampakkan wajah, foto asli dan keindahan rambutnya
Saya malah sibuk meng-upload foto-foto agar bisa dilihat semua orang
Saya lupa…kalau itu disebut tabarruj dan sufur, apalagi tasyabuh seperti wanita di luar dien ini

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain berusaha menundukkan pandangannya
Saya sibuk memperhatikan ketampanan wajah yang bukan mahram

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain menjaga hubungan dan jarak dengan lawan jenisnya
Saya malah terbiasa duduk berdekatan dengan pria
Saya lupa….kalau itu disebut ikhtilat….

Astagfirullohal ‘adzim, alladzii laa ilaaha illaa huwalhayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihi…

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain berkata dan berbincang tentang hal yang bermanfaat
Saya senang membicarakan aib dan kejelekan orang lain

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain menjaga kata-katanya dengan hasan
Saya terlalu sering menyakiti hati orang lain dengan lisan ini

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain belajar untuk terus mempercantik hati dan akhlaknya
Saya lebih asik memperhatikan fisik diri ini saja

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain senang berpuasa sunnah
Saya lebih memilih selalu mengenyangkan perut ini

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain bangun di sepertiga malam terakhir untuk bermunajat pada-nya
Saya lebih memilih berselimut dan tidur sepuasnya, karena besok harus bekerja di luar rumah

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain sibuk untuk berdakwah di jalan-nya
Saya lebih memilih santai dan menonton Tv di rumah

Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain sibuk ingin mendapat ridho dan cinta-Nya
Saya malah sibuk ingin mendapat sanjungan dan cinta makhluk-Nya saja
Saya bukan akhwat yang hasan
Ketika akhwat lain gelisah di saat imannya menurun
Saya malah semakin lalai dengan dunia

Saya bukan akhwat yang hasan
Saya malah berharap seorang ikhwan di luar sana yang akan saya pilih sendiri menurut nafsu ini
Saya lupa kalau mencintai karena alloh adalah keagungan cinta sebenarnya
Saya lupa….ibunda khodijah pun melewati taaruf nikah
Saya lupa kalau ada jalan yang halal lagi di-ridhoi-Nya
Saya memang ………….. Bukan akhwat yang hasan

Astagfirullohal ‘adzim, alladzii laa ilaaha illaa huwalhayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihi…

Namun, saya berharap bisa menjadi seperti akhwat lain yang istiqomah berjuang untuk mendapatkan cinta-Nya

Ya Rabb, ampuni akhwat yang tidak hasan ini..
Semoga engkau senantiasa membimbing akhwat yang tidak hasan ini agar menjadi lebih hasan di hadapan-Mu..
Aamiin…Allahumma Aamiin..


Ukh, Allah selalu sayang kita semua kan? 
Allah menanti kita di pintu taubat dan ridho-nya..
Allahumma Aamiin..


#Renungkan...